Seorang Sipir Lapas Aceh Di Tangkap Kemenkumham

Seorang Sipir Lapas Aceh Di Tangkap Kemenkumham – Seseorang sipir di Aceh, M Nur diamankan Kemenkumham serta diserahkan ke polisi. Nur menghilang semenjak berlangsung pembakaran Lapas Banda Aceh awal Januari kemarin.

“Ia kita buat jadi DPO semenjak pembakaran Lapas serta saat ini telah kita tahan,” kata Kasat Narkoba Polresta Banda Aceh AKP Budi Nasuha Waruwu, waktu diminta konfirmasi detikcom, Selasa (27/11/2018).

Penangkapan M Nur berasal waktu ia hadir ke kantor Kemenkumham Aceh buat menghadap Kepala Divisi Pemasyarakatan pada Jumat 23 November terus seputar jam 15.00 WIB. Arahnya, biar Nur bisa kembali berkantor sesudah 11 bulan menghilang.
Saat menghadap tersebut ia ditangkap. Dua hari berlalu, pasnya Senin (26/11) seputar jam 09.53 WIB, Nur diserahkan ke Satres Narkoba Polresta Banda Aceh. Waktu itu, Nur diantar oleh Kasubsi Keamanan Kemenkumham Aceh.

Waktu dikontrol polisi, Nur mengaku dianya sendiri sempat berikan sabu pada seseorang tahanan bernama M. Ilyas pada 3 Januari kemarin. Barang haram itu diberikannya sekitar kedua kalinya.

“Akan tetapi saat pembakaran Lapas berlangsung, sipir M Nur melarikan diri,” jelas Budi.

Menurut Budi, sebelum Nur diangkut, polisi telah tangkap beberapa tahanan termasuk juga seseorang sipir yg berperan dalam jaringan narkoba di Lapas. Dalam masalah ini, polisi awalannya menciduk sipir bernama Saifullah Khan satu hari selesai Lapas dibakar pada 4 Januari kemarin.

Dalam pengecekan, Saiful mengaku menyimpan sabu dalam kamar 13 Lapas. Barang haram itu didapat dari tahanan Syukri alias Adun. Pengecekan dengan maraton dihelat. Syukri mengakui mendapatkan sabu dari Tarmizi. Sesaat Tarmizi mendapat sabu dari Ilyas.

Nah, Ilyas lah yg memberi kabar polisi apabila dianya sendiri mendapat sabu itu dari Nur. Gak lama selesai masalah pembakaran Lapas itu, Nur dicari polisi. Lokasi-lokasi yg disangka tempat persembunyiannya digerebek. Akan tetapi akhirnya nihil.

“Lantas kita menerbitkan Lis Penelusuran Orang dengan nomer DPO / 07 / II / 2018/ Sat Resnarkoba pada tanggal 12 Februari 2018 kemarin. Jadi tanda bukti sabu dari M Nur ini yaitu 14 paket dengan berat seputar 11 gr. Tanda bukti ini telah kita sita dari Ilyas,” urai Budi.