Lamanya Hilang Dicuri WNA Akhirnya Senpi Anggota Brimob Ditemukan

Lamanya Hilang Dicuri WNA Akhirnya Senpi Anggota Brimob Ditemukan – Senjata api laras panjang punya anggota Brimob Polda Bali Brigadir IB Suda Suwarna yg hilang sepanjang hampir dua tahun pada akhirnya diketemukan. Senjata style SS1 hasil Pindad itu dikira dicuri oleh komplotan perampok money changer asal Rusia.

Senjata itu diketemukan dalam mobil Avanza hitam yg diparkir di muka penginapan Kampung 168 di Jimbaran, Kuta Selatan, Badung. Info itu diterima polisi pada Jumat (21/6) waktu 15.30 Wita.

“Tersedianya pemilik penginapan I Made memberi info pada kita style mobil Avanza hitam itu sekitar 3 bulan ditinggal. Mereka mengatakan pada kita, kita langsung mendatangi mobil itu serta dibuka bersama-sama klub identifikasi Polresta serta Polda Bali kita menemukannya senjata api laras panjang style SS1 dengan nomer seri 96042133,” kata Kapolresta Denpasar Kombes Ruddi Setiawan waktu temu wartawan di kantornya, Jl Gunung Sanghyang, Denpasar, Bali, Selasa (25/6/2019).

Polisi lantas melaksanakan pengecekan laboratorium balistik pada senapan warna silver yg diketemukan itu. Hasilnya, senapan itu sama juga dengan senapan punya anggota Brimob yg hilang.

“Dari nomer seri itu kami melaksanakan uji laboratorium balistik Mabes Polri cabang Denpasar nyatanya senpi laras panjang sama juga sekali dengan senjata yg hilang atau diambil WNA waktu itu yg peristiwa di Ayana Resort and Spa Jimbaran Kuta Selatan, dimana anggota Brimob menjelaskan senjatanya diambil seusai dipukul oleh orang dengan beberapa ciri masyarakat negara asing. Alhamdulilah senjata ini sukses disingkap,” katanya.

Di tempat yg sama, Kasubid Balistik Metalurgi Forensik Labfor Cabang Denpasar AKBP I Gusti Putu Dana menjelaskan hasil uji laboratorium membuktikan senjata itu masih juga dalam keadaan aktif. Percobaan itu dijalankan dengan peluru sebagai tanda bukti.

“Jadi seusai tanda bukti diketemukan kami kerjakan uji balistik di laboratoriun cabang Denpasar kita menembakkan dengan memakai peluru bukti ini yg kita dapatkan di kamar senjata. Seusai kita menembakkan baik senjata atau peluru yg ada masih aktif, masih dapat tembakkan secara baik lantas pelurunya masih dapat,” jelas Putu.

Senjata SS1 itu dalam keadaan bagus. Terkecuali itu ada modifikasi berwujud menambahkan senter serta laser.

Senjata api laras panjang punya anggota Brimob Polda Bali yg diketemukan, ditampakkan dalam temu wartawan di Polresta Denpasar, Selasa (25/6/2019) Senjata api laras panjang punya anggota Brimob Polda Bali yg diketemukan, ditampakkan dalam temu wartawan di Polresta Denpasar, Selasa (25/6/2019)

“Senjata ini masih juga dalam keadaan bagus, keadaannya masih sempurna faktanya kita menembakkan peluru bukti serta peluru pembanding kita menembakkan 3 kali masih sangat bagus, tak ada problem. Yang pasti catnya di ubah dari warna awalnya hitam berubah menjadi silver serta ditambahin senter serta laser, jadi ia pernah diubah dengan accessories lain. Untuk SS1 ini hasil Pindad keluaran tahun berapakah saya kurang jelas,” katanya.

Kecuali senapan SS1 polisi menemukannya tanda bukti berwujud 1 tas ransel,1 koper, 1 tas jinjing, 1 tas golf merk Srixon, 1 tas parasut warna hitam, 1 tali tambang, jammer, HT, linggis, bodi vest, silikon muka, wig, pisau bersama-sama sarung serta ikat pinggang, sarung tangan sampai beberapa parang. Ruddy menjelaskan hasil dari rekaman CCTV tanda bukti itu sama juga dengan banyak barang yg diperlukan di TKP perampokan money changer di Jl Nakula, serta BMC Money Changer Jl Pratama.

Senjata api laras panjang punya anggota Brimob Polda Bali yg diketemukan, ditampakkan dalam temu wartawan di Polresta Denpasar, Selasa (25/6/2019) Senjata api laras panjang punya anggota Brimob Polda Bali yg diketemukan, ditampakkan dalam temu wartawan di Polresta Denpasar, Selasa (25/6/2019)

“Dari banyak barang bukti ini mulainya di TKP Nakula, WNA yg kita lihat dari CCTV serta ini jas yg di CCTV nyatanya tanda bukti sama dengan, serta alat jammer-HT ini pun sama dengan, linggisnya sama dengan,” ujar Ruddi

Awalnya dikabarkan, Brigadir Suda dikira di serang beberapa orang gak diketahui di parkiran Hotel Ayana Jimbaran pada Selasa, 8 Agustus 2017 lalu. Senjata SS1 yg dibawa dikira dirampas, tetapi Brigadir Suda pernah tak sanggup mengingat kembali apa yg berlangsung pada dirinya sendiri waktu itu.