Efek Kemarau Akibat Harga Sayuran Jadi Mahal

Efek Kemarau Akibat Harga Sayuran Jadi Mahal – Harga komoditas sayuran di Pasar Atas Baru (PAB) Kota Cimahi melompat. Diindikasikan, kenaikan harga ini diakibatkan musim kemarau yg berpengaruh pada proses tanam serta panen sayur pada tingkat petani.

Selasa (25/6/2019), harga pare melompat 2x lipat dari Rp 8.000 per kilo-gram berubah menjadi Rp 16 ribu per kilo-gram. Sesaat harga kentang naik sentuh Rp 20 ribu per kilo-gram dari harga normal Rp 12 ribu per kilo-gram.

Kemarau pun berpengaruh pada harga buncis, dari harga Rp 8.000 per kilo-gram berubah menjadi Rp 20 ribu per kilo-gram. “Kalaupun cabai tanjung saat ini harga Rp 80-90 ribu per kilo-gram, sewajarnya sich dibawah Rp 40 ribu per kilo-gram,” kata Cucu (35), pedagang sayuran di PAB Cimahi.

Dia menyampaikan permohonan barang dari costumer lumayan tinggi. Kenaikan itu, pungkasnya, berlangsung mulai sejak seminggu yang silam.
“Unsur kemarau, inginnya sich normal kembali , kasihan sama costumer,” kata Cucu.

Meloncatnya harga sayuran, menurut dia, berpengaruh pada daya beli costumer. Rata-rata konsumen urung beli sehabis jelas naiknya harga sayuran. “Iya omzet turun juga,” kata Cucu.

Disamping itu, Candra (44), salah satu orang pedagang eceran, mengatakan keberatan memainkan upayanya lantaran harga komoditas sayuran naik. “Kalaupun untuk masak memang tidak punya pengaruh, tetapi untuk saya jualan di warung rada berat, pengin jual berapakah,” tukasnya.

Dia mengharap pemerintah dapat turun tangan, untuk kembali stabilkan harga sayuran. “Saya mengharap sich harga kembali normal,” sebut Candra.