Home / Berita Umum / Depresi Diyakini Jadi Ancaman Pada Caleg Milenial Yang Gagal Menang

Depresi Diyakini Jadi Ancaman Pada Caleg Milenial Yang Gagal Menang

Depresi Diyakini Jadi Ancaman Pada Caleg Milenial Yang Gagal Menang – Penentuan umum (Pemilu) dipandang dapat memunculkan kekuatan stres serta masalah jiwa pada beberapa pihak, khususnya calon anggota (Calon legislatif) milenial yang tidak berhasil memperoleh suara. Jumlahnya Calon legislatif milenial yang berperan serta di Pemilu 2019 direncanakan sampai 930 orang.

“Ini mesti jadi catatan penting buat kita yang mungkin rekanan, kerabat selalu untuk memberikan suport positif dalam menahan berlangsungnya stres yang berkelanjutan,” kata Ketua Program Studi Vokasi Humas UI, Devie Rachmawati dalam talkshow kesehatan bertopik Mental and Nutrition Management, Depok, Sabtu (27/4).

Talkshow itu adalah sisi dari dedikasi warga, hasil kerjasama Program Vokasi Humas UI dengan Rumah Sakit Kampus Indonesia (RSUI).

Menurut Devie, hasil studi di Negara Barat tunjukkan jika generasi milenial mempunyai tingkat kekhawatiran, stres serta kemauan untuk akhiri hidup tambah tinggi, di banding dengan generasi awalnya.

“Situasi ini diindikasikan sebab pertandingan menjadi prima di sosial media, yang membuat hidup mereka jadi lebih tertekan,” tukasnya.

Ia mengingatkan buruknya dampak kegiatan bersosial alat buat kesehatan mental remaja serta anak muda yang lain. Studi ini dikerjakan tahun 2014 pada umur 19 sampai 32 tahun yang suka bermedia sosial seperti Facebook serta Instagram. Hasilnya ada seputar 50 % dari peserta riset ini memberikan laporan alami masalah tidur menjadi dampak sosial media yang tidak langsung.

“Kurang tidur dapat tingkatkan resiko insomnia, kecapekan, yang berbuntut pada ketidaksabilan mental,” tuturnya.

Hal tersebut dibetulkan oleh dokter psikiatri RSUI dr. Fransiska M Kaligis, yang mengatakan kekuatan stres sekarang ini dihadapi generasi umur 20 tahunan. Walau sebenarnya dulu stres menyebabkan kelompok umur 40-50 tahunan. Hingga dibutuhkan langkah yang efisien menahan kekuatan stres.

“Langkah mengurus depresi dengan mengkonsumsi makanan sehat. Jauhi makan yang terlalu berlebih, berolahraga 30 menit satu hari sekitar 3-5x per minggu, relakasi, yoga, meditasi, istirahat yang cukuplah, suport dari keluaarga serta rekan, merubah sikap serta langkah berpikir seperti jumlahnya pekerjaan, dipikirnya tidak dapat ngelakuin apa pun dengan benar tetapi dirubah berpikirnya dengan pekerjaan yang banyak, butuh tentuin pekerjaan manakah yang perlu dituntaskan,” sambungnya.

Selain itu Ketua Panitia Hospitalk 2019 Fajria Aulina menjelaskan, pekerjaan dedikasi warga ini direncanakan dengan dengan arah membuat generasi penerus bangsa yang sehat raga dan jiwa. Sebab acara mengarah milenial yang kekinian, jadi pekerjaan dikemas dengan fun diantaranya dengan mendatangkan dokter-dokter muda. Hospitalk UI 2019 akan diperlengkapi dengan serangkaian pekerjaan tour melingkari RSUI atau Hospitour untuk kenal konstruksi unik rumah sakit yang instagramable.

“RSUI begitu memberi dukungan pengmas ini sebab mempunyai terlibat penting pada penambahan kualitas kesehatan milenial di Indonesia. Keseriusan RSUI dalam menahan munculnya kemungkinan penyakit akut di kelompok milenial dikerjakan lewat beberapa seminar kesehatan bertopik milenial. Hal ini menjadi satu diantara perwujudan Rumah Sakit Pendidikan Tinggi Negeri (RSPTN) perduli pada situasi kesehatan masyarakat Indonesia di umur produktif. Menjadi RSPTN yang baru ada di Indonesia, RSUI mendatangkan Community Health Service di Klinik Gizi adalah bentuk riil kepedulian RSUI pada kesehatan warga seputar,” pungkas Fajria.

About penulis